Pertemuan Tiga Karakter Ikonik M. Night Shyamalan di Glass

by Dwi Retno Kusuma Wardhany 383 views

Pertemuan Tiga Karakter Ikonik M. Night Shyamalan di Glass
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Tidak menghadirkan kisah yang terlalu rumit, tapi masih ada twist.

Menyatukan beberapa karakter ikonik dalam satu film tentunya fan service yang disukai para pencinta film di seluruh dunia. Avengers, Justice League, hingga The League of Extraordinary Gentlemen adalah tiga di antaranya. Karena itu, saat dua film M. Night Shyamalan yang menjadi pembicaraan, yaitu Unbreakble dan Split ternyata berada pada satu semesta yang sama, kontan para penyuka kisah-kisah misteri (dan yang masih menaruh harapan pada sineas India ini) bersorak kegirangan. David Dunn, Mr. Glass, dan Kevin Crumb akan dipertemukan dalam film berjudul Glass. Seperti apa pertarungan puncak pria kuat, tuan jenius, dan monster ini?

Shyamalan rupanya tidak mau repot-repot mengenalkan siapa itu David, Glass, dan Kevin. Asumsinya, semua orang sudah tahu kisah mereka. Karena itu, pace film pun bisa dibilang berjalan cepat dan sudah mempertemukan David dan The Beast dalam 15 menit pertama. Namun, inti ceritanya tentu bukan di situ, melainkan pertemuan ketiganya di sebuah rumah sakit jiwa dengan ditangani seorang psikiatris cantik, Ellie Staple.

Meski beberapa review yang sudah bertebaran mengungkapkan bahwa Shyamalan kembali tampil lemah di Glass, namun anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Memang, tidak ada pertarungan puncak penuh efek spesial macam Avengers melawan Chitauri atau para pejuang DC melawan Steppenwolf, namun momen-momen menarik yang dihadirkan Shyamalan sanggup membuat kita menahan napas, tidak sanggup berkedip, bahkan enggan beranjak meski ingin ke toilet. Dialog yang dihadirkan meski panjang dan sesekali menyisipkan istilah medis tidak lantas membuat kita bosan. Justru, kita akan semakin tertarik, terutama dengan keinginan dr. Ellie Staple yang berusaha meyakinkan ketiganya bahwa mereka hanyalah manusia biasa yang mengalami kasus delusi ekstrim.


Pilihan musik yang mencekam setiap kali sosok The Beast muncul pun turut menambah tegang suasana. Bukan hanya terasa seperti film thriller, Shyamalan membuat Glass layaknya film horor yang disutradarai James Wan. Penonton tidak akan tahu kejutan apa yang akan muncul di tiap adegan. Akting apik juga ditujukan oleh Bruce Willis, James McAvoy, dan Samuel L. Jackson. Terakhir, bukan Shyamalan namanya kalau tidak bisa memberikan twist berlapis yang (sedikit banyak) membuat kita kaget.

Sayangnya, Glass yang seharusnya memiliki rating R, di Indonesia tayang dengan rating PG-13. Entah ingin menarik penonton yang lebih muda atau ini ada hubungannya dengan hak edarnya yang dipegang oleh Walt Disney Pictures Motion Pictures. Meskipun tidak menonjolkan kekerasan, Glass tetap menarik untuk ditonton, terutama bagi kita yang sudah menonton Unbreakable dan Split serta mengagumi keduanya.