Tidak puas dengan hantu lokal, enam konten kreator Indonesia mengeksplor RS angker Korea
Gonjiam: Haunted Asylum menjadi salah satu film horor Korea Selatan yang menarik perhatian saat dirilis pada tahun 2018. Mengambil genre found footage, film ini mengetengahkan tujuh orang yang melakukan eksplorasi di salah satu rumah sakit jiwa terangker di Korea. Sudah bisa ditebak, banyak kejadian horor yang mereka alami. Kesuksesan Gonjiam ini membawa rumah produksi MD Pictures untuk mengadaptasinya ke dalam versi lokal. Namun, berbeda dari adaptasi sejenis, 402 Rumah Sakit Angker Korea (selanjutnya disingkat 402) justru tetap mengambil latar Korea Selatan, namun dengan para cast asal Indonesia. Mereka Arbani Yasiz, Saputra Kori, Diandra Agatha, Elang El Gibran, Lea Ciarachel, Aylena Fusil, dan Jang Han Sol.
Enam Youtuber Indonesia dan satu warga Korea Selatan memutuskan untuk melakukan ekspedisi ke salah satu rumah sakit angker di Korea. Namun, karena bangunan RS Gonjiam sudah diratakan, maka terpilihlah RS Yogwon yang tidak kalah seramnya. Sebelum ke sana, mereka mengunjungi dukun untuk didoakan. Namun, pesan dari si dukun cukup membuat merinding: "Jangan ke sana, tidak ada yang akan kembali." Namun, tentu saja, peringatan tersebut diabaikan dan mereka tetap melanjutkan eksplorasi. Tujuannya satu, mendapatkan 3 juta views. Untuk itu, apa pun mereka lakukan demi konten yang, sayangnya, berakibat fatal dan membuat para "penghuni" Yogwon marah besar.
Genre found footage horor di Indonesia memang belum terlalu banyak. Selain karena butuh naskah yang baik, akting yang meyakinkan, dan juga kengerian yang tidak terasa dibuat-buat, tidak semua penonton terbiasa atau suka dengan gerakan kamera yang tidak diam (shaky). 402 berhasil meng-capture semuanya itu lewat tata kamera yang dihadirkan. Mulai dari kamera yang merekam ekspresi pemain, kamera yang merekam atmosfer lingkungan, hingga kamera yang menyala jika ada gerakan. Semua ada di sini, lengkap dengan pernak-pernik khas pemburu hantu: pendeteksi gelombang dan pendeteksi suara hantu. Niat untuk terlihat profesional patut diacungi jempol meskipun nantinya alat-alat itu bisa dibilang tidak digunakan dengan baik.

Sayangnya, cerita yang berdasarkan Gonjiam: Haunted Asylum ini terasa kurang kuat di berbagai sektor. Alih-alih menampilkan sekelompok konten kreator horor berpengalaman, mereka justru seperti anak-anak muda iseng yang punya banyak uang dan banyak waktu sehingga memutuskan untuk membuat konten horor di sebuah rumah sakit angker di Korea Selatan. Persiapan yang diperlihatkan hanya dari segi kamera dan sound, tapi tidak diperlihatkan dari segi keamanan, seperti mempelajari blue print rumah sakit, jalur yang dilalui, jika terjadi keadaan darurat apa yang harus dilakukan, dan sebagainya.
Terkait unsur horor, genre found footage umumnya bergantung pada kengerian yang penonton lihat, tapi tidak diketahui oleh para pemainnya. Namun, alih-alih membangun atmosfer kengerian dengan memanfaatkan situasi rumah sakit, 402 malah menaruh unsur horor lokal yang tidak berpengaruh apa-apa dengan keseluruhan cerita sampai akhir. Selama 3/4 film, kita hanya dibawa menjelajahi ruangan demi ruangan, prank-prank konyol, dan drama antara pemainnya. Beberapa momen yang seharusnya bisa dibuat menyeramkan, seperti wig yang tertinggal di bak baptis, lampu mati-nyala di ruang kontrol, atau lorong yang gelap, malah dilewatkan begitu saja. Foto kepala rumah sakit dengan para pasiennya yang terlihat menakutkan pun tidak dimanfaatkan untuk hint-hint penampakan. Penambahan musik di beberapa adegan pun membuat "ilusi" found footage yang ingin diciptakan dari awal menjadi buyar.
Meski masih ada beberapa kekurangan, tapi 402 Rumah Sakit Angker Korea masih bisa dinikmati. Pemakaian kamera yang memungkinkan penonton melihat dari berbagai angle jelas memberikan sudut pandang penceritaan yang lebih segar daripada hanya horor konvensional. Akting para pemainnya juga tidak berlebihan atau dibuat tipikal karakter-karakter di film horor sehingga penonton bisa lebih fokus dengan plot daripada terganggu dengan penampilan yang menonjol sendirian. Jadi, untuk kalian yang sudah nonton Gonjiam: Haunted Asylum dan ingin merasakan versi lokal dengan lokasi internasional, tonton 402 Rumah Sakit Angker Korea.
